Deteksi Dini Covid-19, Pegawai BPK Jawa Timur Ikuti Rapid Test

529

Seiring meningkatnya jumlah kasus positif Corona Virus Disease-19 (Covid-19) di wilayah Jawa Timur, tiga pemerintah daerah telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak tanggal 28 April 2020, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik. Sebagai salah satu instansi yang berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo, BPK Jawa Timur mengikuti kebijakan Pemkab Sidoarjo terkait penerapan PSBB, antara lain dengan mewajibkan setiap pegawai yang beraktivitas di Kantor BPK Jawa Timur untuk memakai masker dan menerapkan physical distancing.

Sebelumnya sejak awal penerapan WFH di Bulan Maret 2020, BPK Jawa Timur telah melakukan berbagai langkah-langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor. Di antaranya, penutupan layanan tatap muka pada Pusat Informasi dan Komunikasi (PIK), penyediaan hand sanitizer di berbagai titik ruangan kantor, pemasangan bilik disinfektan di lobi kantor, hingga peniadaan Sholat Jum’at di Masjid Baitul Hasib BPK Jatim.

Selain itu, dalam rangka deteksi dini penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor, BPK Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menggelar rapid test (tes cepat) Covid-19 bagi para pegawai BPK Jawa Timur. Penyelenggaraan rapid test dilakukan oleh tenaga medis dari Rumah Sakit Paru Surabaya pada Senin, 4 Mei 2020.

Dalam rapid test, sebanyak 40 pegawai BPK Jawa Timur diambil sampel darahnya untuk dicek apakah reaktif dengan parameter rapid test Covid-19 atau tidak. Pegawai yang diambil sampelnya mulai dari pejabat, staf, hingga petugas cleaning service. Staf yang turut berpartisipasi dalam rapid test Covid-19 di Kantor BPK Jawa Timur ini adalah para pemeriksa dan staf kesekretariatan (nonpemeriksa) yang melaksanakan WFH di sekitar Kantor BPK Jawa Timur.

Berdasarkan hasil rapid test, seluruh pegawai BPK Jawa Timur yang diambil sampel darahnya dinyatakan negatif Covid-19. Peserta rapid test dihimbau untuk senantiasa melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta tetap melakukan social/physical distancing. Hasil rapid test ini diharapkan dapat bertahan hingga pandemi Covid-19 berakhir dan aktivitas masyarakat kembali normal.