Terima Unjuk Rasa dari GAPURA, BPK Jawa Timur Sosialisasikan Whatsapp Layanan Pengaduan Masyarakat 0811 322 99 000

98

Sejumlah massa yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Madura (GAPURA) mendatangi Kantor BPK Jawa Timur untuk melakukan unjuk rasa (demonstrasi) pada Rabu, 2 September 2020. Dalam orasinya, perwakilan massa menyatakan bahwa kedatangannya ke BPK Jawa Timur merupakan aksi damai serta meminta kesempatan audiensi dengan perwakilan pejabat BPK Jawa Timur.

Setelah menyampaikan orasinya, para pengunjuk rasa diterima oleh Kepala Sekretariat Perwakilan Pujo Sumekto dan Kepala Subauditorat Jatim I Abdul Choliq. Pada kesempatan itu, Kepala Sekretariat Perwakilan membuka audiensi dengan menyatakan bahwa BPK Jawa Timur sedang menerapkan metode bekerja dari rumah (work from home / WFH) sebagai upaya mitigasi penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19) dan meminta para pengunjuk rasa menerapkan protokol kesehatan selama audiensi.

Ketua GAPURA Abd. Razak menyampaikan apresiasi kepada BPK Jawa Timur yang bersedia menerima pengunjuk rasa untuk beraudiensi dan menyampaikan aspirasi. Selanjutnya, secara bergantian perwakilan dari pengunjuk rasa menyampaikan dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek pemerintah pada beberapa daerah di Pulau Madura. GAPURA mendorong BPK untuk bekerja secara profesional dan independen dalam pemeriksaan pembangunan di Madura, khususnya yang berindikasi kerugian negara, agar dapat ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Atas informasi ini, Kepala Subauditorat Jatim I menyampaikan apresiasi dan akan memanfaatkannya sebagai pertimbangan dalam perencanaan pemeriksaan selanjutnya.

Dalam audiensi ini, selain menerima aspirasi GAPURA, Kepala Sekretariat Perwakilan juga mensosialisasikan WhatsApp Layanan Pengaduan Masyarakat BPK Jatim yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk menyalurkan aspirasi mereka terkait dugaan penyimpangan di daerah, melalui nomor 0811 322 99 000.

Pelaksanaan unjuk rasa mendapat pengawalan dari aparat kepolisian setempat dalam rangka mengamankan dan menjaga ketertiban. Unjuk rasa ini berlangsung dengan kondusif dan massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.