Audit Berlangsung, Silpa Bojonegoro Diprediksi Rp 2,8 Triliun

61

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih proses mengaudit penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2021. Termasuk mengaudit sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa). Diprediksi silpa cukup tinggi mencapai Rp 2,8 triliun. Namun, pemkab masih menunggu hasil audit BPK untuk besaran pastinya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Luluk Alifah mengatakan, besaran silpa tahun lalu belum bisa ditentukan. Pihaknya tetap harus menunggu hasil audit BPK. ‘’Kami menunggu itu untuk besaran pastinya,’’ ujarnya dengan singkat kemarin.

Anggota Komisi B DPRD Lasuri menjelaskan, secara global besaran silpa tahun lalu memang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Namun, kinerja serapan anggaran tahun lalu lebih baik dibanding sebelumnya. ‘’Tahun lalu serapan anggaran mencapai 80,6 persen. Sedangkan, pada 2020 serapan anggaran hanya mencapai 76 persen,’’ katanya.

Silpa tinggi tahun lalu karena target pendapatan yang melampaui. Tahun lalu target pendapatan surplus hingga Rp 1,7 triliun. Secara otomatis dana itu menjadi silpa.

Pelampauian pendapatan terbesar berasal dari transfer dana bagi hasil (DBH) migas. Akhir Desember tahun lalu ada dana transfer sebesar Rp 800 miliar lebih. Itu menambah tingginya capaian target pendapatan tahun lalu.

Lasuri menambahkan, sisa belanja tahun lalu hanya sebesar Rp 1,1 triliun. Itu adalah kinerja serapan anggaran semua organisasi perangkat daerah (OPD) pemkab selama 2021. Sehingga, total silpa tahun lalu mencapai Rp 2,8 triliun. ‘’Ya hampir Rp 3 triliun,’’ jelasnya.

Menurut Lasuri,besaran pasti angka silpa memang harus menunggu hasil audit BPK. Namun, dia memastikan bahwa angkanya tidak jauh dari itu. Sebab, sudah terlihat asal usul angkanya.

‘’Saya yakin tidak akan jauh beda. Hanya tinggal menunggu hasil resminya,’’ jelasnya.

Silpa tidak bisa digunakan saat ini. Penggunaan silpa baru bisa dilakukan setelah dipasang di Perubahan (P)-APBD. Karena itu pada P-APBD nanti besaran anggarannya mencapai Rp 7 triliun lebih. Saat ini APBD dipasang Rp 5,9 triliun.

Sumber: Radar Bojonegoro