Banyak Bocor, DPRD Kabupaten Sidoarjo Minta Audit Delta Tirta

81

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo geleng-geleng kepala. Angka kebocoran atau Tingkat Kehilangan Air (TKA) di PDAM Delta Tirta Sidoarjo dinilai terlalu besar karena mencapai 36 persen atau Rp 90 miliar dari total pendapatan Rp 270 miliar.

Sebelum-sebelumnya, angka kebocoran itu selalu di bawah 30 persen. “Sekarang ini direksinya baru dan operasional semakin besar. Tapi kok tingkat kehilangan air malah sangat besar,” ungkap Bangun Winarso, Anggota Banggar DPRD Sidoarjo, Rabu (25/8).

Untuk memastikan apa yang menjadi penyebab persoalan di perusahaan milik Pemkab Sidoarjo itu, dewan mendesak segera dilakukan audit menyeluruh. Audit oleh tim independen dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Pasalnya, kebocoran sampai Rp 90 miliar bukan angka yang sedikit.

Bangun juga menyoroti kinerja pendapatan PDAM setelah pergantian direksi yang dirasa menurun. Tahun ini, targetnya hanya Rp 4,7 miliar untuk PAD (pendapatan asli daerah). Sebelum pandemi, Rp 13 miliar, sekarang dikoreksi jadi sebesar itu.

Kondisi PDAM Delta Tirta menjadi catatan serius DPRD Sidoarjo dalam penandatanganan Nota kesepakatan tentang rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.

Dewan meminta pemda lebih intensif untuk menggali sumber PAD dan mengoptimalkan pemasangan alat pencatatan transaksi pajak di sejumlah objek pajak di Sidoarjo.

[Selengkapnya di Harian Pagi Surya]