Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Sumbang Silpa Terbesar

46

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang cukup tinggi, yakni mencapai Rp 300 miliar. Dana ratusan miliar itu diharapkan segera dialokasikan ke organisasi perangkat daerah (OPD) yang sedang membutuhkan serapan anggaran untuk operasional.

Wakil Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah  (TAPD) Pemkab Malang, Tomie Herawanto, menjelaskan pihaknya masih melakukan pembahasan terkait distribusi Silpa sesuai dengan regulasi.

Tomie mengatakan, OPD yang sedang membutuhkan serapan anggaran untuk operasional dan memiliki urgensi tinggi pengalokasian dana, masih akan dibahas. Pembahasan juga meliputi wacana pendistribusian Silpa ke anggaran belanja tidak terduga alias BTT.

Menurut Tomie, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang jadi penyumbang terbanyak Silpa. Jumlahnya, Tomie enggan menerangkan secara gamblang.

“Dinas Pendidikan bukan dalam posisi salah mendesain. Tapi karena pandemi Covid-19 kemarin,” ungkap Tomie.

“Pada bulan Maret memang baru turun pemeriksaan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Memang pada bulan ini sudah waktunya, dan baru bisa dialokasikan melalui PAK. Kalau jumlahnya, kurang lebih sekitar Rp 300 Miliar,” tutur Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi.

Secara skala prioritas, menurut Darmadi anggaran BTT akan digunakan untuk penanganan Covid-19. Selain untuk penanganan Covid-19, anggaran BTT juga digunakan untuk bantuan sosial. Wakil rakyat dari PDIP ini menegaskan serapan dana BTT telah mencapai 70 persen.

[Selengkapnya di Harian Pagi Surya]