DPRD Kota Blitar Dengarkan Penjelasan Wali Kota Blitar Penggunaan APBD Kota Blitar 2021

30

Penggunaan APBD Kota Blitar tahun anggaran 2021, DPRD Kota Blitar melalui Rapat Paripurna DPRD Kota Blitar mendengarkan langsung penjelasan Wali Kota Blitar atas Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Blitar Tahun Anggaran 2021 di Gedung Graha Paripurna DPRD Kota Blitar, Senin (23/5).

Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahruli Alim mengatakan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Blitar ada tiga agenda, yakni pertama Perubahan atas Keputusan DPRD Kota Blitar Nomor: 188/20/410.040/DPRD/2021 tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah Kota Blitar Tahun 2022, kedua Penjelasan Wali Kota Blitar atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Blitar Tahun Anggaran 2021, dan ketiga Penjelasan Wali Kota Blitar atas Raperda Pengarusutamaan Gender.

“Pada Rapat Paripurna kali ini ada tiga agenda sekaligus, dimana salah satunya Wali Kota Blitar diminta untuk menjelaskan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Blitar Tahun Anggarab 2021 kemarin,” kata Ketua DPRD Kota Blitar, dr. Syahrul Alim usai memimpina Rapat Paripurna DPRD Kota Blitar yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Agus Zunaidi dan Ely Hidayah.

Lanjut dr. Syahrul Alim, dengan adanya penjelasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Blitar Tahun Anggaran 2021 ini diharapkan akan menjadi evaluasi program kerja Pemerintah Kota Blitar pada tahun anggaran berikutnya.

“Sehingga kedepannya semua usulan anggaran pada program kerja APBD Kota Blitar bisa lebih efektif lagi, utamanya untuk semua program yang mengutamakan kepentingan masyarakat yang saat ini Pandemi Covid-19 masih belum berakhir,” ujarnya.

Wali Kota Blitar, Santoso dalam menyampaikan Pertanggungjawaban APBD 2021 pada Rapat Paripurna DPRD Kota Blitar mengatakan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Blitar 2021 sudah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dengan hasil Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dimana realisasi pendapatan daerah dalam APBD tahun anggaran 2021, dari sisi pendapatan berhasil terealisasi sebesar Rp1,41 triliun atau tercapai sebesar 119,85% dibandingkan anggaran yang ditetapkan.

[Selengkapnya di Harian Bhirawa]