DPRD Kota Surabaya Ingatkan Program Pemulihan Ekonomi

91

Penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) akhirnya selesai. Hari ini (25/11) dewan bersama pemkot akan mengesahkannya dalam rapat paripurna di kantor DPRD Kota Surabaya. Yang menjadi catatan hanya terkait program -program pemulihan ekonomi.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menyatakan, tidak banyak perdebatan dalam pembahasan RAPBD 2021 yang berlangsung sejak 11 November. Eksekutif dan legislatif sama-sama sepakat dengan grand design anggaran yang sudah disusun bersama.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai pemkot sudah memberikan porsi yang tepat dalam program pemulihan ekonomi pada masa pandemi ini. Namun, program-program peningkatan pelayanan kesehatan juga tidak dikesampingkan. “Ini yang perlu dikawal bersama ke depan. Dewan harus memberikan dukungan kepada pemkot untuk menjalankan anggaran dan program seperti yang telah direncanakan,” jelasnya.

Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya Mahfudz memberikan catatan terkait program pemulihan ekonomi yang harus benar-benar mendapat perhatian khusus. Sebab, mulai Maret sampai November ini, kondisi perekonomian daerah benar-benar drop. Banyak sektor pendapatan yang merosot. Banyak target pendapatan daerah yang hingga akhir tahun ini juga dikoreksi.

“Tahun depan harus ada perkembangan yang progresif. Baik dari sisi kebijakan maupun program yang dilaksanakan eksekutif,” tutur sekretaris Komisi B DPRD Surabaya itu.

Dia menilai potensi pendapatan daerah yang dimiliki pemerintah kota sejatinya cukup besar. Aset yang disewakan maupun yang dikelola sendiri bisa dioptimalkan untuk mendongkrak sektor pendapatan. “Karena itu, ke depan perlu ditata ulang aset-aset yang dimiliki pemkot. Jangan sampai ada permainan dari oknum tertentu yang bisa merugikan daerah,” ucapnya.

[Selengkapnya di Jawa Pos]