Dua Bulan Tempat Wisata Tutup, Pemkab Probolinggo Kehilangan PAD Rp 400 Juta

80

Penutupan tempat wisata di Kabupaten Probolinggo selama dua bulan lebih telah mengurangi pendapatan asli daerah (PAD) bukan pajak.

Sekitar Rp 400 juta potensi PAD bukan pajak raib. Untuk itulah dewan berharap destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo dibuka agar ekonomi kembali berputar.

Meski demikian, belum bisa dipastikan kapan tempat wisata di Kabupaten Probolinggo akan dibuka. Keputusan pembukaan merupakan wewenang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

“Keputusan membuka tempat wisata itu kewenangan Gugus Tugas. Kami tidak ada wewenang untuk itu. Jadi, sampai sekarang kami masih belum mengetahui kapan akan dibuka,” terang Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto, Minggu (7/6/2020).

Penutupan destinasi wisata sendiri dilakukan mulai akhir Maret. Hingga kini, tempat wisata masih ditutup. Karena itu, potensi PAD dari tempat wisata pun hilang. Sugeng menjelaskan, PAD dari sektor wisata setiap bulan berkisar Rp 228 juta. Selama dua bulan, diperkirakan PAD yang dihasilkan sekitar Rp 456.000.000.

“Rata-rata pendapatan daerah per bulan segitu. Jadi, selama dua bulan tutup ini ya sekitar Rp 400 juta-an hilang,” ungkapnya. Mantan Camat Tongas itu juga menuturkan, persiapan kenormalan baru yang dicanangkan WHO di sektor wisata belum sepenuhnya dibahas.

Menurutnya, yang pasti nantinya akan diperketat protokol kesehatan. Mulai dari masker, pemakaian hand sanitizer, dan juga pembatasan pengunjung. “Pembatasan pasti dan memakai masker. Jika tidak demikian, maka dipersilakan pulang,” terangnya.

Namun, hal itu belum sepenuhnya dibahas. Apalagi, pemkab masih terus fokus mengurangi penambahan positif Covid-19. “Yang pasti nanti akan dibahas. Saat ini masih belum sepenuhnya,” tandasnya.

Pemerintah sudah mulai merancang tahapan fase menuju new normal. Hal ini juga disikapi DPRD Kabupaten Probolinggo dengan meminta pemkab melonggarkan aturan jam malam bagi pelaku ekonomi. Apalagi, saat ini semakin banyak warga setempat yang sembuh dari virus korona.

Selain melonggarkan jam malam, DPRD juga meminta agar pemkab kembali membuka destinasi wisata yang ada di daerahnya. Tujuannya, untuk menghidukan kembali roda perputaran ekonomi di lingkungan wisata yang mati suri selama dua bulan ini.

Hal itu diungkap Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Wahid Nurahman. Menurutnya, pemkab sudah harus bersiap-siap menerapkan kebijakan era new normal.

“Pada bulan Juni ini di beberapa daerah, kebijakan menerapkan new normal ditempuh karena dapat menahan laju penularan pandemi Covid 19,” katanya.

Para ahli, lanjutnya, memperkirakan virus korona akan berlangsung lama. Karena itu kehidupan perekonomian masyarakat harus segera dibangkitkan kembali. Laju perkembangannya tak boleh terlalu lama terhambat.

[Selengkapnya …]