Dua Daerah Sampaikan LKPD TA 2021 Unaudited kepada BPK Jawa Timur

139

Dua daerah menyerahkan Laporan Keuangan Pemerinah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2021 Unaudited kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tmur, Selasa (22/03) kemarin. Keduanya adalah Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji dan Bupati Trenggalek, Muhamad Nur Arifin.

LKPD merupakan salah satu perwujudan pertanggungjawaban kepala daerah atas pelaksanaan APBD. Penyerahan LKPD kepada BPK ini diamanatkan kepada setiap kepala daerah untuk menyampaikan LKPD kepada BPK paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Dalam perkembangannya, pemerintah daerah di Jawa Timur telah menunjukkan peningkatan kualitas pertanggungjawabannya yang ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah pemerintah daerah yang memperoleh opini WTP.

Sutiaji dalam pernyatannya menyampaikan terima kasih kepada BPK.

“Kami merasa sangat trebantu dengan kehadiran dan profesionalitas tim pemeriksa BPK dalam rangka audit interim beberapa waktu lalu, ini banyak memberikan arahan, dan perbaikan bagi kami. Untuk itu kami sampaikan terima kasih,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa bimbingan yang diberikan BPK akan menjadi semangat bagi kepala daerah untuk mewujudkan komitmen memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

“Bimbingan terus menerus, penguatan literasi kepada kami sangat memberikan arti dan makna kepada kami semua. Ini menjadi kekuatan kami untuk terus menerus memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” terangnya.

Bupati Nur Arifin atau Mas Ipin dalam kesempatan tersebutbersyukur karena mampu melaksanakan kewajiban menyampaikan LKPD sebelum batas waktu yang ditentukan, yaitu tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

“Tentu kita berharap ini menjadi langkah yang baik,” tuturnya di Kantor BPK Perwakilan Jatim.

Mas Ipin juga menceritakan bagaimana di awal dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati Trenggalek, saat itu masih mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Namun, dengan dukungan, saran dan masukan dari BPK akhirnya Pemkab Trenggalek mampu mendapat opini WTP, bahkan sebanyak 5 kali berturut-turut.

“Apalagi seperti yang kita tahu BPK sekarang tidak hanya sebagai auditor tetapi juga menjadi mentor, ini yang kita harapkan karena juga ke depan tidak hanya fokus pada belanja tetapi juga pendapatan,” tutur Mas Ipin.

[Selengkapnya di Harian Bhirawa]