Giliran Sopir Angkot di Kota Malang Dapat Bansos

85

Penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19 di Kota Malang kini sedang berproses, baik itu bansos dari APBD Kota Malang maupun APBN. Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, Penni Indriani mengatakan, bansos yang diberikan kepada masyarakat di Kota Malang itu kini nyaris 90 persen.

Ada kendala beberapa warga belum menerima bansos lantaran masih ditemukan dobel data antara Kartu Keluarga (KK) maupun NIK.

“Kadang-kadang bantuan dari kementerian itu kan datanya NIK. Kalau kami KK. Jadi kalau satu KK bisa saja NIK-nya lima. Maka dari itu kami coret yang KK-nya dapat banyak. Ini yang jadi perbedaan kami dengan pusat,” ucapnya.

Penni mengatakan, sasaran sedang dipersiapkan untuk menerima bansos ialah sopir ojek online, UMKM dan sopir angkot. Pihaknya kini menunggu dana bansos tersebut dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur total Rp 700 juta.

Bansos tersebut dibagikan untuk ojol dan sopir angkot yang masing-masing per orang mendapatkan Rp 200.000 ditambah Rp 100.000 dari APBD Kota Malang.

Berdasar data Dinsos P3AP2KB Kota Malang, hingga 12 Agustus 2021 ada 65.179 penerima bansos di Kota Malang dan 46.747 warga menerima bantuan beras.

[Selengkapnya di Harian Pagi Surya]