Moncer, Lamongan Kembali Meraih SAKIP A

80

Bukan soal mudah untuk mempertahankan sebuah prestasi, termasuk prestasi yang diraih oleh pemerintah sekelas kabupaten. Barangkali itu yang kini tengah ditunjukkan Kabupaten Lamongan. Kini kembali mendapatkan penghargaan hasil evaluasi SAKIP dengan predikat A, dan ini merupakan keempat kalinya, terhitung sejak tahun 2018.

Hasil evaluasi SAKIP tahun 2021 diserahkan secara daring dan luring oleh Sekjen Kementerian Pendayagunaan Aparatur Pemerintah dan Reformasi Birokrasi. di Command Center Gedung Pemkab Lamongan, Selasa (5/4/2022). Pencapaian tersebut setelah melewati serangkaian evaluasi SAKIP yang diawali dengan penilaian mandiri melalui metode PMPRB dan dilanjutkan dengan penilaian metode desk evaluation dan field evaluation.

Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Kinerja dan Pengawasan Kemenpan RB, Erwan Agus Purwanto, dalam laporannya pada penyerahan hasil evaluasi pelaksanaan akuntabilitas kinerja (SAKIP) dan Reformasi Birokrasi (RB), menuturkan terdapat 79 kementerian/lembaga, 34 pemerintah provinsi, 494 pemerintah kabupaten/kota yang dievaluasi SAKIP juga RB tahun 2021. Dikatakan, jumlah tersebut terdapat penambahan 50 pemerintah kabupaten/kota yang menyampaikan PMPRB.

“Hal tersebut menunjukkan komitmen dan antusiasme daerah semakin meningkat seiring dengan manfaat yang dirasakan,” ungkapnya.

Diungkapkan, hasil evaluasi terdapat peningkatan rata-rata nilai yang disebabkan adanya kenaikan predikat dari beberapa instansi. Erwan memaparkan, berdasarkan hasil evaluasi SAKIP dan RB tahun 2021 terdapat 1 pemerintah provinsi dengan predikat AA, 16 pemerintah daerah dengan predikat A, 63 pemerintah daerah  predikat BB, 293 pemerintah daerah predikat B, dan 155 pemerintah daerah dengan predikat C dan CC.

Sekjen Kemenpan RB, Rini Widiantini pada kesempatan yang sama mengatakan, implementasi SAKIP merupakan bagian transformasi cara dan budaya kerja melalui penerapan manajemen kinerja sektor publik dan anggaran berbasis kinerja.

“Untuk itu, seluruh instansi pemerintah dituntut untuk dapat mempertanggungjawabkan dan meningkatkan kinerja yang tepat sasaran dan berorientasi hasil,” katanya.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas komitmen dan kerja sama dari seluruh ASN di Lamongan yang telah mampu mempertahankan capaian SAKIP Lamongan. Keberhasilan itu menunjukkan dedikasi, loyalitas dan kinerja ASN di lingkungan Pemkab Lamongan, sehingga Lamongan meraih predikat A, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

“Alhamdulillah Kabupaten Lamongan juga termasuk yang dianugerahi penghargaan ini dan predikat A ini kita dapatkan hingga 4 kali berturut-turut,” katanya.

Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik telah menerapkan SAKIP sebagai media pertanggungjawaban kinerja dan alat pengendalian manajemen, yang diukur dari IKI (indikator Kinerja Individu) dan opini Badan Pemeriksa Keuangan RI dengan predikat WTP selama 5 tahun berturut-turut.

[Selengkapnya di Harian Pagi Surya]