Pemkab Gresik Bangun Puskesmas yang Jadi Langganan Banjir

55

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Dadapkuning mulai hari ini (13/9) dialihkan ke Dusun Leker Rejo, Cerme. Tempat yang sering kebanjiran akibat luapan air Kali Lamong itu akan dibangun dengan anggaran Rp 5,1 miliar.

Seperti dilihat dalam laman website LPSE Gresik, proyek pembangunan puskesmas tersebut baru selesai lelang pada 31 Agustus. Bahkan, hingga hari ini belum ada penandatanganan kontrak pekerjaan itu. Padahal, tahun anggaran 2021 tinggal tiga bulan lagi.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Gresik Anik Lutfiyah mengatakan, lelang pembangunan puskesmas itu sudah selesai. Namun, apakah pekerjaan sudah dimulai atau belum, dia belum bisa memastikan. Rencananya hari ini dirapatkan. ’’Karena dibangun, pelayanan sementara dipindah dulu ke Dusun Leker Rejo,” ucapnya.

Perlu diketahui, selain gedung yang sudah tidak layak, Puskesmas Dadapkuning menjadi langganan banjir. Setiap air Kali Lamong meluap, puskesmas di Jalan Morowudi-Benjeng itu terendam. Maklum, posisinya lebih rendah daripada jalan raya. Luapan air tersebut juga cukup tinggi, mencapai 20 sentimeter.

SelainPuskesmasDadapkuning, tahun ini Pemkab Gresik melanjutkan pembangunan Puskesmas Dukun. Sejak 2018 Puskesmas Dukun mangkrak. Saat itu pemkab mengucurkan anggaran Rp 5,8 miliar untuk pembangunan Puskesmas Dukun. Namun, sampai tutup tahun anggaran, kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan. Akhirnya proyek pun mangkrak sampai sekarang.

Sebetulnya progres pembangunan puskesmas tiga lantai itu sudah mencapai 50 persen. Pada 2019 sempat dianggarkan lagi, tapi gagal karena masih dalam pemeriksaan. Pembangunan Puskesmas Dukun itu sempat diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga jajaran Polres Gresik karena pengerjaan proyek tidak kunjung selesai. Tahun ini kembali dianggarkan Rp 5,6 miliar untuk pembangunan puskesmas tersebut, tapi proses lelang baru berjalan.

[Selengkapnya di Jawa Pos]