Pemkab Mojokerto Gelontor BST APBD Rp 4 Miliar Lebih

43

BST APBD via PT Pos sebesar Rp 300 ribu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di Pendapa Kantor Kecamatan Trowulan, Rabu (25/8). BST APBD senilai total Rp 4.821.000.000, bakal digelontorkan untuk 16.070 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Kabupaten Mojokerto di 18 kecamatan.

Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono menyatakan, BST APBD ini merupakan satu dari sekian banyak bansos yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten Mojokerto sebagai langkah cepat mengatasi gejolak ekonomi akibat hantaman pandemi Covid-19.

’’Bantuan yang kita kucurkan tidak hanya uang saja seperti BST APBD. Ada juga dalam bentuk barang kebutuhan pokok. Syarat dan ketentuan sudah kita verifikasi dan validasi. Semua datanya sudah cocok, untuk menghindari tumpang tindih. Mengingat bansos ini cukup banyak. Jadi, data jangan sampai ganda,’’ ujar bupati.

Terkait penanggulangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, bupati selaku Ketua Satgas Covid-19 mengajak seluruh warga masyarakat untuk ikut bergerak membantu Pemerintah. Caranya dengan terus menaati prokes, mengikuti vaksin, agar tetap bisa hidup produktif dan aman.

’’Pengendalian penyebaran covid-19, kunci utamanya dimulai dari diri kita sendiri. Untuk pemulihan ekonomi, pemerintah terus mengendalikan dengan sistem gas dan rem. Angka sebaran Covid-19 dan perkonomian selalu berkolerasi. Keduanya selalu mengalami naik dan turun. Jika kasus Covid-19 turun, ekonomi kita naik. Begitu juga sebaliknya. Jadi, semuanya tergantung. Maka dari itu, butuh kerja sama antara semua pihak untuk kerja tim dengan baik,’’ tandas bupati.

Usai menyerahkan BST APBD, Bupati Ikfina didampingi Forkopimda dan KH Shidiq, bersama-sama meninjau giat serbuan vaksin di Pondok Pesantren Nurul Islam 2 Kecamatan Pungging. Target vaksin kali ini sebanyak 1.500 santri beserta pengasuh, dari kuota 9.678 vaksin.

Sementara itu, sore harinya, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menerima bantuan CSR dari PT Bambang Djaja berupa 100 paket sembako, 300 paket sembako dari Forum Komunikasi Personalia/HRD Kabupaten Mojokerto, 10.000 masker dari PT Aice, serta 111 bed dari PT Kurnia Anggun. Acara penyerahan dilaksanakan di peringgitan rumah dinas bupati, Rabu (25/8) sore.

Semua jenis bantuan ini, selanjutnya akan diperiksa oleh BPK terkait penyaluran dan penggunaanya. Maka dari itu, Bupati Ikfina mengimbau para kepala dinas agar lebih berhati-hati dalam melakukan pendataan dan penyaluran CSR.

’’Terima kasih kepada perusahaan yang hari ini memberi CSR untuk kita. Walau bukan APBN/APBD, CSR ini akan tetap diperiksa BPK. Sebab, semua penyalurannya nanti juga akan dipantau. Untuk itu, akan segera kita lakukan pendataan. Selain itu, kemarin Gubernur Jawa Timur saat kunjungan di Mojokerto, beliau juga memberi kita tambahan 10.000 vaksin untuk industri padat karya. Saya minta kepada kepala dinas terkait agar segera mendata perusahaan untuk mendaftar,’’ ujar Bupati Ikfina.

Selain itu, Bupati Ikfina terus mengingatkan kepada masyarakat selalu menjaga protokol kesehatan demi mempertahankan status level PPKM Kabupaten Mojokerto agar tidak kembali naik. ’’PPKM Kabupaten Mojokerto sekarang sudah di level 3. Saya minta semuanya untuk selalu menjaga prokes, agar status kita tidak naik dan bisa lebih baik dari ini ke depannya,’’ tambah Bupati Ikfina.

Sebagai informasi, Kabupaten Mojokerto terpilih menjadi daerah simulasi prokes industri, pada lima titik perusahaan. Antara lain, PT Jabes Tunas Utama, PT King Halim, PT Bon Vast, PT SAI, dan PT Dwi Prima Suntosa. (tik)

(mj/ori/ron/JPR)

Sumber: radarmojokerto.jawapos.com