Perubahan APBD Kabupaten Sidoarjo, Duitnya Masih Buat Covid-19

39

Pemkab dan DPRD Sidoarjo menyepakati PAK (perubahan anggaran keuangan) APBD 2020 lewat rapat paripurna di gedung dewan, Kamis (1/10).

Ada perbedaan angka mencolok, dari sebelumnya Rp 5,3 triliun APBD 2020, dan pada Perubahan APBD ini berkurang menjadi Rp 5,07 triliun. Ada penyusutan Rp 300 miliar.

“Sudah disepakati dan sudah digedok. APBD Perubahan masih fokus dalam penanganan covid-19,” kata Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono usai rapat paripurna di gedung dewan.

Secara detail, dia tidak tahu perubahan anggaran itu karena baru beberapa jam menjabat Pj Bupati. Hanya disampaikan, penanganan covid-19 masih prioritas, termasuk infrastruktur kesehatan dan penanganan medis, anggaran untuk warga terdampak.

Alokasi untuk hal-hal urgent lain tetap ada seperti penanganan jalan rusak, banjir, sosial, dan sebagainya. Sekda Sidoarjo Ahmad Zaini menyebutkan, anggaran jalan dan sebagainya hanya menyesuaikan waktu yang tersisa.

Sekitar tiga bulan, sampai akhir 2020. Alokasinya tidak terlalu besar. Jalan rusak misalnya, mayoritas terkait proram pemeliharaan jalan. “Sulit pembangunan fisik yang besar mengingat waktu yang mepet,” urainya.

Pembangunan lain, seperti plengsengan dan sebagainya tetap ada tapi angkanya tidak terlalu besar. Demikian halnya penanganan banjir karena saat akhir tahun, potensi banjir masih terus terjadi.

Usman, Ketua DPRD Sidoarjo juga meminta grand desain upaya penanganan banjir secara menyeluruh, dalam jangka panjang. Melalui grand desain itu, diharapkan penanganan banjir bisa lebih maksimal.

Saat ini, Sidoarjo masuk zona oranye dan secara perhitungan berpotensi menjadi lebih baik. Usman menyebut, kondisi itu harus terus dijaga supaya penyebaran virus Corona bisa benar-benar terkendali.

[Selengkapnya di Harian Pagi Surya]