Ranking 1 MCP Se-Jatim, Pemkab Lamongan Jadi Tujuan Studi Referensi Pemkot Probolinggo

31

Pemkab Lamongan menjadi tujuan kunjungan kerja (kunker) Pemkot Probolinggo dalam mencari referensi ilmu. Pasalnya, Lamongan mampu meraih nilai tertinggi Se-Jawa Timur sebagai daerah yang memperoleh capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) hasil Korsupgah (Koordinasi Supervisi Pencegahan) Triwulan ke IV tahun 2020.

Dalam acara kunker tersebut, Habib Zainal mengajak sejumlah pejabat Wali Kota Probolinggo. Diantaranya, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), serta Plt Inspektur Kabupaten Probolinggo.

“Kabupaten Lamongan mendapat ranking pertama di Jawa Timur, dalam memperolehnya pasti banyak strategi yang dilakukan. Sehubungan dengan hal tersebut, Probolinggo ingin belajar langkah-langkah atau upaya yang dilakukan Lamongan sehingga membawa ilmu tersebut untuk diaplikasikan di Probolinggo,” ujar Wali Kota Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin di Ruang Command Center Pemkab Lamongan, Rabu (6/10/2021).

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memaparkan  berbagai strategi yang terus dioptimalkan dalam pencapaian seluruh indikator delapan area intervensi, mulai dari area perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, pengawasan APIP, manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen asset daerah hingga tata kelola keuangan desa.

Menurut Pak Yes, dalam proses pencapaian MCP, Pemkab Lamongan mengupayakan dalam setiap program yang dilaksanakan memenuhi seluruh unsur pencapaian MCP.

“Terkait capaian MCP ini, kami selalu melakukan evaluasi intens. Tidak hanya MCP saja, SAKIP juga, semuanya. Bahkan setiap aktivitas yang dilakukan memenuhi kriteria MCP,” kata Pak Yes.

Mulai dari evaluasi terkait indikator dan sub indikator, sambung Pak Yes, pada aplikasi jaga,melakukan koordinasi dengan pengembang dan badan pertahanan terkait aset daerah, hingga penekanan terhadap OPD terkait indikator capaian yang masih kurang.

“Meski capaian MCP pada tahun 2021 baru diangka 76,95 persen, Pemkab Lamongan terus mengupayakan pemenuhan seluruh indikator yang belum maksimal,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Inspektur Kabupaten Lamongan Heri Pranoto menyampaikan beberapa kiat dalam memperoleh nilai tertinggi capaian MCP Se-Jatim. Berbagai upaya dilakukan pihaknya dalam menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk selalu konsultasi terlebih dahulu dengan BPK dalam permasalahan yang dihadapi.

“Keberanian juga sangat perlu, terutama keberanian kita dalam menuntaskan temuan BPK, ini harus dituntaskan, diselesaikan,” ujar Heri saat menerima kunker rombongan Pemkot Probolinggo yang melakukan studi referensi ke Pemkab Lamongan. (*)

Sumber: timesindonesia.co.id