Revitalisasi 22 Pasar Pulihkan Ekonomi di Kabupaten Lamongan

19

Untuk kembali memulihkan ekonomi pasca gempuran pandemi, Pemkab Lamongan segera merevitalisasi puluhan pasar. Langkah itu dilakukan agar masyarakat tertarik kembali untuk mengunjungi pasar. Tentu, dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan.

Revitalisasi pasar dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan di 22 titik. Masing-masing dengan anggaran sekitar Rp 190 juta. Dana tersebut telah dianggarkan dalam perubahan APBD 2020. “Kegiatan revitalisasi ini mulai minggu depan dan target penyelesaiannya akhir tahun ini,” kata Kasi Bina Sarana Pasar dan Distribusi Disperindag Lamongan, Pasito, kemarin (18/10).

Menurut dia, perbaikan fisik pasar itu merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19 saat ini. “Ada yang berupa perbaikan los dan paving akses jalan depan. Juga ada yang mengajukan pengembangan pasar serta perbaikan stan-stan,” ungkapnya.

Kepala Disperindag Lamongan M. Zamroni menambahkan, perbaikan fisik pasar tersebut tetap dilakukan di tengah keterbatasan anggaran. Dengan demikian, anggaran di setiap pasar menjadi kecil. “Ada beberapa titik. Tapi, anggarannya kan kecil, ya kami bagi-bagi,” ujarnya.

Dia memastikan, anggaran disperindag dari APBD terpangkas separo pada tahun ini. Semula sebesar Rp 18 miliar. Pada APBDP, anggarannya anjlok menjadi hanya Rp 9 miliar. Pengurangan itu terjadi karena adanya refocusing untuk penanganan Covid-19.

[Selengkapnya di Jawa Pos]