Total Bansos Terdampak Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi Mencapai Rp 496 Miliar

264

Total bantuan sosial yang berproses sebagian dan bakal mengucur ke Banyuwangi untuk warga terdampak Covid-19 mencapai Rp 496 miliar.

Dana tersebut gabungan dari bansos pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten yang disalurkan hingga beberapa bulan ke depan.

Secara bertahap, bantuan tersebut telah diterima warga sejak akhir April lalu. Antara lain lewat Program Keluarga Harapan (PKH)/Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai dari Kementerian Sosial, dan Bantuan Tunai Langsung (BLT) Dana Desa. Memasuki bulan Mei, sejumlah bantuan segera dibagikan kembali.

Karena itu Pemkab Banyuwangi mengapresiasi pemerintah pusat dan provinsi yang membantu warga Banyuwangi di masa sulit.

Dan diharapkan semua warga miskin di Banyuwangi bisa tercover bantuan itu, dan penyalurannya tidak tumpang tindih.

“Dan yang tak kalah penting, terima kasih kepada kades dan jajaran dengan dukungan BPD yang lembur memvalidasi data warga terdampak sehingga bantuan dapat segera diterima,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Senin (4/5).

Anas merinci bantuan sosial yang dikucurkan untuk warga. Di antaranya BPNT dengan total bantuan Rp 228,8 miliar menyasar 139.309 KK, PKH untuk 59.563 KK senilai Rp 102,5 miliar.

Ada pula BLT Desa dianggarkan Rp 66,7 miliar kepada 36.979 warga. Ada juga Bansos Tunai Kemensos sebesar Rp 58,2 miliar untuk 32.344 KK.

“Data terakhir, surat dari Kemensos, Bansos Tunai untuk Banyuwangi ditingkatkan menjadi 45.000 penerima,” ujarnya.

Selain dari pemerintah pusat, Banyuwangi mendapat bantuan dari Pemprov Jawa Timur sekitar Rp 24 miliar yang diperkirakan menyasar 35.000 warga terdampak.

Adapun dari APBD Banyuwangi dikucurkan berbagai skema, mulai paket sembako untuk 21.700 KK, paket nutrisi untuk 5.400 ibu hamil-menyusui.

Juga ada bantuan 4.000 penyandang disabilitas dan pekerja seni serta pariwisata, hingga insentif bagi 5.000 santri serta penambahan beasiswa mahasiswa.

[Selengkapnya …]