BPK Jatim Serahkan LHP Kepatuhan atas PAD dan Pengelolaan Beban Operasional Bank Jatim

522

Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur, Karyadi, menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2022 (s.d. Oktober) kepada Pimpinan DPRD dan Kepala Daerah Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan, Rabu (21/12/2022), pukul 10.00 WIB. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai kesesuaian pengelolaan PAD pemerintah daerah dengan peraturan perundang-undangan.

“Kami menemukan bahwa database Wajib Pajak dan Objek Pajak masih belum mutakhir. Selain itu, regulasi/kebijakan daerah mohon untuk dievaluasi dan disesuaikan kembali,” ujar Kepala Perwakilan dalam sambutannya.

Wakil ketua DPRD Kabupaten Gresik, Nur Saidah, menyampaikan bahwa temuan pemeriksaan yang tertuang dalam LHP BPK akan menjadi pembahasan DPRD. Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, membenarkan bahwa database pajak daerah Kabupaten Lamongan memang belum sempurna, namun pihaknya akan terus mendorong jajarannya untuk melakukan pemutakhiran database agar potensi PAD dapat lebih ditingkatkan lagi.

Siang harinya pada pukul 14.00 WIB, Kepala Perwakilan kembali menyerahkan LHP Kepatuhan atas Pengelolaan Beban Operasional PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. Tahun Buku 2021 s.d. Semester I Tahun 2022, kepada Komisaris Independen dan Direktur Utama Bank jatim. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pembayaran/pembebanan beban operasional Bank Jatim Tahun Buku 2021 s.d. Semester I Tahun 2022.

Kepala Perwakilan menyampaikan bahwa BPK ikut berperan dan bertanggung jawab dalam upaya membenahi serta meningkatkan kinerja Bank Jatim. Dari hasil pemeriksaan, pengelolaan beban operasional Bank jatim sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, namun masih terdapat keterlambatan penyesuaian tingkat bunga deposito berjangka yang menambah beban Bank Jatim.

Menurut Komisaris Independen Bank Jatim, Candra Fajri Ananda, Bank Jatim sangat berharap agar BPK dapat memberi masukan yang signifikan untuk perbaikan Bank Jatim ke depannya. Sementara Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, berharap dengan adanya manajemen direksi yang baru, Bank Jatim dapat memperbaiki kuantitas dan kualitasnya menjadi lebih baik.