Kerusakan Aspal, Khawatir Jadi Temuan BPK

57

Fenomena kerusakan jalan pada proyek perbaikan jalan atau pengaspalan dengan skema anggaran multiyears mulai muncul. Seperti pengelupasan aspal karena tidak menyatu, hingga aspal mulai berlubang.

Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono mengatakan, pekerjaan perbaikan jalan jumlah anggarannya secara total sekitar Rp 664 miliar. Bahkan, pengaspalan itu tidak hanya menyasar wilayah perkotaan. Tapi, hingga perdesaan dengan total panjang setidaknya seribu kilometer lebih. Pekerjaan perbaikan jalan juga belum genap satu tahun.

“Ibaratnya beli sepeda motor dari diler, sudah terjamin kualitasnya. Ketika diservis, mungkin sudah digunakan beberapa tahun lamanya. Nah, ada aspal yang baru dikerjakan dan usianya baru satu bulan sudah diservis (diperbaiki, Red),” sesalnya.

Ada dua titik jalan rusak di ruas jalan Lojejer, Kecamatan Wuluhan, dan ruas jalan di Kecamatan Umbulsari, yang belum lama ini ditinjau oleh Budi Wicaksono. Bahkan, dia tidak hanya mendapatkan dua laporan terkait perbaikan jalan yang kurang maksimal. Namun, ada laporan sebanyak sembilan titik kerusakan jalan. “Kami di lapangan juga menerima info. Sehingga ada sembilan titik kerusakan ruas jalan yang baru diperbaiki,” bebernya.

Lebih jauh, politisi Partai NasDem itu menilai, buruknya kualitas pekerjaan rekanan disinyalir karena berbagai sebab. Pertama, faktor kadar panas aspal ketika dihamparkan dimungkinkan kurang memenuhi panas standar atau spesifikasi. Sehingga kurang menyatu dengan aspal bawah. Kedua, soal lemahnya pengawasan terhadap kinerja rekanan. Sehingga kontrol terhadap kualitas dinilai kecolongan.

Kendati rekanan ada kewajiban melaksanakan pemeliharaan selama satu tahun, namun, pria asal Panti itu menyayangkan soal pendeknya usia aspal baru. “Baru hitungan satu bulan, sudah rusak. Belum bicara usia berapa tahun ini,” paparnya.

Lebih jauh, kinerja rekanan yang hari ini dirasa masih tidak maksimal tersebut, jika dibiarkan berlarut bisa berakibat fatal dan berdampak berkepanjangan. Selain soal pendeknya usia jalan, pihaknya mengkhawatirkan sewaktu-waktu menjadi temuan BPK RI. “Proyek perbaikan jalan ini menelan anggaran sangat besar. Kalau hari ini sudah banyak ditemui kerusakan, ini beresiko jadi temuan BPK RI,” urainya.

Pihaknya juga mengharapkan dinas yang didapuk mengurus proyek perbaikan jalan bisa lebih intens memantau pekerjaan rekanan di lapangan. Sebab, dalam waktu dekat, DPRD Jember melalui Komisi C berencana memantau langsung hasil pekerjaan pengaspalan. “Setelah ini kami akan segera jadwalkan untuk inspeksi. Berikutnya juga ingin memanggil beberapa rekanan dan dinas terkait,” pungkasnya.

Sumber: radarjember